
Udah kangen nih and gak sabar nungguin mulainya musim balap F1 thn 2007 yang baru akan dimulai di sirkuit Albert Park – Australia sekitar bulan Maret ini.
Tapi belum mulai balapan saja udah ada banyak kontroversi soal aturan baru yang akan diberlakukan oleh F1A (wasitnya F1). Salah satunya adalah pembatasan pengembangan teknologi mesin selama 4 musim or 4 tahun. Aturan ini dikenal sebagai engine homologation alias engine freeze. Artinya mesin yang digunakan oleh setiap tim tidak boleh di otak-atik atau ditingkatkan teknologinya selama 4 tahun.
Bayangkan akibatnya, menurut gw sih, pertumbuhan dan peningkatan kecanggihan teknologi mesin di F1 akan (stuck – bener gak tulisannya) atau terhenti selama 4 tahun (sayang kan..?). Padahal teknologi F1 itu sangat dinamis dan paling cepat pengembangannya dibandingkan dengan cabang olahraga otomotif yang lain.
Emang sih, alasan FIA cukup dimaklumi, yaitu untuk penghematan biaya yang signifikan, agar tidak ada gap (jurang) yang terlalu jauh antara tim-tim kaya dengan tim-tim yang miskin. Selain itu F1A beranggapan bahwa pengembangan teknologi di F1 sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan teknologi otomotif secara umum, maksudnya teknologi di F1 itu tidak akan mungkin dipakai oleh mobil-mobil di jalan raya, jadi dianggap mubazir.
Namun pertanyaannya adalah, mengapa F1 mempunyai beban untuk itu? Bukankah F1 hanyalah sport yang bebas melakukan riset teknologi demi ditemukannya inovasi-inovasi terbaru dibidangnya? Dan sebagai “The Ultimate of Automotive Sport”, F1 sangat layak untuk melakukan itu walaupun dengan bayaran yang tidak murah. Kita tidak butuh F1 untuk kita pakai teknologinya di mobil kita, sebab kita hanya memandang F1 sebagai sport dan kita kagumi keunggulan teknologinya. Seperti halnya kita tidak butuh memakai sepatu berteknologi tinggi untuk pelari sprint 100 m karena kita hanya ingin mengagumi atlet pemakainya memecahkan rekor dunia.














Komentar Terakhir