Arsip untuk Oktober, 2007

Indahnya Kebersamaan Ferrari

07-brasil-07Datang ke Interlagos, Kimi Raikkonen punya sederet syarat untuk menjadi juara dunia. Namun kebersamaan yang tercipta di Maranello dan harmonisnya hubungan dengan Felipe Massa bisa memberinya titel.

Ferrari menunjukkan betapa kerja sama antara pembalap bisa mendatangkan sesuatu yang sebelumnya tampak mustahil. Datang ke Interlagos dengan duduk di posisi tiga dan butuh beberapa kondisi untuk menjadi juara dunia, Kimi Raikkonen akhirnya sukses menuntaskan ambisinya.

Memang itu tak bisa dilepaskan dari nasib buruk yang menerpa Lewis Hamilton. Tapi kerjasama tim — utamanya bantuan Felipe Massa — punya peran yang bisa bahkan menjadi penentu sukses “Si Manusia Es”.

Di awal lomba saja Massa sudah banyak memberi bantuan pada Kimi. Meraih pole, pembalap tuan rumah itu langsung melesat ke tengah trek menutup jalur Hamilton dan pada waktu bersamaan memberi lintasan bersih pada Kimi.

Hal berbeda terjadi di McLaren. Alonso dan Hamilton justru saling sikut yang berujung melebarnya MP4-22 milik Hamilton ke gravel dan posisinya turun ke urutan tujuh.

Hingga setengah balapan terlewati Massa masih memimpin diikuti Kimi dan Alonso di urutan tiga. Berada di posisi terdepan dan tanpa beban apapun, Massa justru seperti dalam posisi tertekan. Beberapa kali dia salah perhitungan dan mobilnya zig-zag tanpa sebab yang pasti.

“Hilangnya konsentrasi” Massa itu berujung pada terpangkasnya jarak dengan Kimi. Pembalap Finlandia itu pun akhirnya bisa memimpin balapan usai menjalani pitstop-nya yang ketiga di lap 53.

Di F1 team order adalah barang haram yang harus dihindari jauh-jauh oleh seluruh tim. Ferrari memang identik dengan hal itu sewaktu Michael Schumacher menjadi raja di tim pimpinan Jean Todt itu, apalagi pembalap Jerman itu selalu jadi yang dinomorsatukan dan memaksa Eddie Irvine, Rubbens Barrichello dan Felipe Massa jadi “pelengkap”.

Ingat bagaimana Rubens Barrichello melambatkan laju mobilnya jelang finish di GP Austria tahun 2002 lalu demi memuluskan Schumi merengkuh gelar juara dunianya yang kelima? Di tahun yang sama di GP AS, gantian Schumi yang memberi jalan pada Barrichello dengan cara yang nyaris serupa.

Dinihari tadi memang tak ada insiden sekasat mata kejadian di Sirkuit A1-Ring lima tahun lalu. Kalaupun Ferrari melakukan team order, mereka telah melakukannya dengan sangat halus dan sempurna.

Sebuah kerjasama demi meraih kejayaan tim. Kejayaan Ferrari yang memastikan meraih gelar juara ganda setelah sebelumnya dipastikan merengkuh tropi juara konstruktor.

(din/ian)

Sumber : detiksport.com

Massa Pengawal Kimi

07-brasil-08Orang pertama yang dipeluk Kimi Raikkonen usai memenangi GP Brasil adalah Felipe Massa karena rekan setimnya itu telah mengawal dirinya dengan baik ke tangga juara.

Menyaksikan balapan di Interlagos tadi malam, Minggu (21/10/2007), adalah juga menyaksikan kehebatan tim bernama Ferrari. Ketika McLaren menuai banyak kritik karena dinilai menciptakan kondisi persaingan tak sehat di antara kedua pembalapnya, Fernando Alonso dan Lewis Hamilton, tim “Kuda Jingkrak” seperti memberi pelajaran buat rival besarnya itu.

Formula 1 memang tidak sama seperti sepakbola, misalnya, yang kerja sama tim adalah di atas segala-galanya. Tapi ketika datang waktunya untuk mengedapankan kepentingan tim, Ferrari mampu mewujudkannya.

Perlakuan tim yang tepat membuat Massa menyadari dirinya harus memberi jalan untuk memuluskan Kimi dalam mengais kans yang sesungguhnya tidak terlalu besar. Lalu ia melakukan apa yang bisa untuk membantu rekan setimnya itu.

Massa tahu dirinya sudah tak mungkin menjadi juara dunia. Satu-satunya motivasi dia untuk menang adalah ingin memberi hiburan tersendiri buat publik Interlagos. Menang di kandang sendiri akan selalu bermakna spesial.

Namun Massa tidak melupakan misinya yang lain sebagai anggota tim. Maka beraksilah dia bak bodyguard. Dengan posisi strategis sebagai pemenang pole position, ia berhasil memulai balapan dengan sangat baik. Ketika start-nya mulus, seketika itu pula ia langsung menelikung Hamilton dengan bergeser ke tengah, mencoba memotong dengan cantik jalur pembalap McLaren itu.

Upayanya berhasil. Kimi yang start di posisi ketiga memperoleh ruang cukup lebar untuk menambah kecepatannya. Ia berhasil, dan di tikungan pertama sudah menyodok posisi kedua, sementara Massa sendiri tetap di depan.

Sesungguhnya hanya itu yang dilakukan Massa buat Kimi, tapi pengaruhnya sungguh luar biasa. Setidaknya sang partner telah melepas satu tekanannya, dari yang semula juga harus menyalip Hamilton. Maka sejak itu Kimi hanya tinggal mencari cara sendiri buat melewati Massa dan finis sebagai juara.

Massa sepertinya juga memberi “jasa” lain buat Kimi ketika di pertengahan lomba ia sempat kehilangan keseimbangan mobilnya dan sedikit melebar. Jelas ada waktu yang hilang, sehingga Kimi dapat merapatkan jarak mereka.

Bantuan Massa ini tentu saja mengingatkan pada sejarah team order Ferrari. Pada GP Austria 2002 Rubens Barrichello pernah memberi jalan buat Schumi melewati dirinya supaya pembalap legendaris Jerman itu bisa mulus mengamankan gelar juaranya.

Jika semata-mata menuruti kepentingan pribadi, saat itu Barrichello bisa saja menolak permintaan timnya karena dia pun butuh menang dan selama itu selalu berada di bawah bayang-bayang Schumi. Tapi Barrichello tetap saja bersedia menjadi “martir”, lalu mengawal rekannya ke tangga juara.

Kali ini peran tersebut diemban Massa, dan ia menunaikannya dengan sangat baik. Ferrari boleh berbangga hati bahwa mereka selalu memiliki para pengawal yang loyal demi kepentingan kolektif.

(a2s/dln)

Sumber : detiksport.com

Dingin itu Emas

raikkonen-01.jpgAmat jarang ditemukan dari lidah Kimi Raikkonen komentar- komentar yang ‘luar biasa’. Biarpun dikenal doyan mabuk, ia membuktikan bahwa diam (dingin) itu adalah emas.

“Si Manusia Es” alias Iceman telah memperoleh apa yang sudah lama diperkirakan orang, bahwa suatu saat pada diri pria Finlandia itu akan tersemat titel juara dunia Formula 1.

Mahkota itu tergapai setelah mengikuti 122 balapan, yang menyertai karirnya di Formula 1 sejak melakoni debutnya di tahun 2001 bersama Sauber. Dari jumlah tersebut Kimi hanya mengantongi 15 kemenangan, yang enam di antaranya terjadi musim ini.

Data yang terakhir menunjukkan bahwa pria berusia 28 tahun itu cepat berjodoh dengan Ferrari karena baru tahun ini ia membela “si Kuda Jingkrak”. Hubungannya selama lima tahun dengan McLaren rupanya tidak memberinya kejayaan, walaupun dengan tim asal Inggris itu namanya dibesarkan dan kemampuannya terus terasah.

Kimi adalah tipikal pembalap yang penuh perhitungan dengan setiap strateginya. Sebagian bahkan menganggapnya pembalap yang “text book“. Namun dari talenta yang dimilikinya, sejak lama ia diyakini bahwa suatu saat predikat juara dunia akan disandangnya. Dan masa itu adalah tahun ini.

Sebagai individu Kimi adalah sosok yang pendiam. Ia adalah contoh orang-orang yang ’sedikit berbicara banyak bekerja’. Bos Ferrari Jean Todt pun mengakui Kimi tidak sekomunikatif Michael Schumacher, figur hebat yang ia gantikan di scuderia, tapi ia memiliki tingkat keseriusan yang amat tinggi. Kimi mungkin tidak banyak omong, tapi ia mendengarkan.

Pembawaannya yang dingin menjadikan Kimi jarang terlibat dalam kontroversi pekerjaannya di balik kokpit. Ia tak pernah melontarkan pernyataan-pernyataan “emosional”, opini-opininya cenderung normatif. Beda sekali misalnya dengan Juan Pablo Montoya, bekas rekannya saat mereka masih membela McLaren.

Tindak-tanduk Kimi juga terjaga luar biasa. Sulit mendapatkan dia melonjak-lonjak di atas podium, seperti pernah dilakukan secara berlebihan oleh Schumi, yang membuat orang malah memandangnya seperti anak kecil yang habis dibelikan mainan baru.

Dalam berbicara Kimi juga termasuk orang yang tak punya ekspresi. Hampir semua kata-kata yang keluar dari mulutnya terlontar dalam raut wajah datar. Jika mengalami nasib sial ia sedih seadanya saja. Jika mendapatkan kemenangan, ia pun tampak senang seadanya saja.

Itu yang tercermin di sirkuit Interlagos, Brasil, tadi malam. Setelah menembus garis finis pertama, setelah memastikan dirinya keluar sebagai juara, Kimi cukup mengangkat satu tangannya ke udara. Di atas podium ia tidak menebar tawa lebar-lebar — tapi tetap tersenyum. Benar-benar “dingin”.

Hal paling kontroversi yang pernah terpublikasikan tentang Kimi adalah kegemarannya ber-dugem dan mabuk-mabukkan. Tapi itupun tidak meruntuhkan reputasinya sebagai pembalap yang brilian.

Musim ini ia membuktikan itu semua. Ia memenangi seri pembuka di Australia dan memenangi seri penutup di Brasil. Orang mengira ia kalah hebat dari Lewis Hamilton dan Fernando Alonso, padahal tidak.

Hamilton memang fantastis dengan selalu naik podium pada sembilan seri pertama berturut-turut. Total rookie Inggris itu meraih empat kemenangan dan menaiki podium sebanyak 12 kali. Alonso juara menyabet empat kemenangan dan nampang di podium 12 kali.

Lebih burukkah Kimi? Tidak. Ia boleh retire dua kali, tapi dari 17 seri ia pun 12 kali hadir di podium. Pembedanya adalah Kimi merebut enam kemenangan di Melbourne, Magny Cours, Silverstone, Spa, Shanghai, dan Interlagos. Jelaslah bahwa statistik Kimi lebih baik dibandingkan duo McLaren itu, dan oleh karenanya mereguk saat keemasan dalam karirnya: menjadi juara dunia.

Biodata singkat Kimi Raikkonen :
Tanggal lahir : 17 Oktober 1979
Tampat lahir : Espoo, Finlandia
Status : Menikah
Tinggi : 175 cm
Berat : 62 kg
Jumlah kemenangan : 15
Total poin : 456
Jumlah balapan : 122
Pole position : 14
Podium : 48
GP pertama : 2001 (Melbourne, Australia)
Kemenangan pertama : 2003 (Sepang, Malaysia)
Kemenangan terakhir : 2007 (Interlagos, Brasil)

.: Sumber : detiksport.com

07-brasil-01.jpg

raikkonen-09.jpg

raikkonen-03.jpg

raikkonen-02.jpg

raikkonen-04.jpg

raikkonen-05.jpg

raikkonen-10.jpg

raikkonen-08.jpg

Balapan Terakhir dan Terseru di Musim 2007

RACE REPORT GP BRASIL

Juara Dunia Bagi ‘Ice Man’

07-brasil-01.jpgGak bisa diungkapkan dengan kata-kata, inilah balapan paling seru, paling menegangkan, dan paling mendebarkan di musim 2007 ini. Penuh drama menjelang perebutan juara dunia musim ini. Gak nyesel begadang sampe jam 01:00 dini hari.

Hanya ada 3 pembalap di sisa balapan terakhir ini yang berpeluang menjadi juara dunia, yaitu Hamilton (107), Alonso (103) dan Raikkonen (100). Secara teori Hamilton hanya butuh finish ke 2 untuk meraih gelar juara dunia pertamanya di musim pertamanya pula di F1 dan akan menjadi sejarah baru di dunia jet darat ini. Sementara Alonso selain harus finish pertama untuk mendapatkan 10 poin juga harus berharap Hamilton finish tidak lebih baik dari posisi 4. Raikkonen yang paling berat, selain harus finish pertama juga harus berharap kedua pembalap Mclaren tidak mendapat poin lebih dari 2 poin (finish ke 7) untuk Hamilton dan 6 poin (finish ke 3) untuk Alonso.

Sebuah harapan yang mustahil dan sangat berat bagi Kimi Raikkonen mengingat kedua pembalap Mclaren pun berambisi menjadi juara dunia dengan peluang yang lebih baik dari Kimi. Tapi dalam balapan sesungguhnya segala kemungkinan bisa terjadi.

Dan ternyata yang tadinya berat dan tidak mungkin terjadi akhirnya benar-benar menjadi kenyataan. RAIKKONEN lah yang akhirnya menjadi JUARA DUNIA setelah mampu memenangi balapan 71 lap dengan Alonso yang hanya finis ke 3 dan Hamilton tersingkir secara menyakitkan dan penuh drama hanya mampu finish di urutan ke 7.

Sebuah strategi yang hebat dan sempurna bagi Ferrari dan salut untuk Felipe Massa yang telah membuktikan komitmen dan rasa profesionalitasnya dengan mampu membantu Kimi menjadi juara dunia. Berdasarkan perolehan poin terakhir Kimi Raikkonen unggul dengan 110 poin (100+10), Alonso 109 poin (103+6) dan Hamilton 109 poin (107+2). Tipisnya jarak peroleh poin ke 3 pembalaplah yang membuat seri terakhir ini menjadi seru dan menebarkan.

Bagi Raikkonen ini lah gelar juara pertamanya setelah membalap selama 7 tahun di F1. Dan sebuah hasil yang manis bagi Ferrari setelah sebelumnya menjuarai gelar konstruktur walaupun diperoleh lewat ‘meja hijau’ akibat kasus spionase Mclaren terhadap Ferrari. Sementara Alonso gagal merebut hatrick gelar juara dunia untuk ke tiga kalinya.

Sesi Kualifikasi

Massa Pole, Hamilton Kedua

Pada sesi kualifikasi, Massa tampil gemilang untuk mencatat waktu terbaik satu menit 11,931 detik, sedangkan Hamilton yang berada di tempat kedua membukukan catatan waktu satu menit 12,082 detik.

Massa memang tidak punya peluang lagi untuk menjadi juara dunia, tapi ia barangkali bisa membantu rekan Ferrari-nya, Kimi Raikkonen, untuk menghambat laju Hamilton.

“Si Manusia Es” menempati urutan ketiga, dan memerlukan “bantuan” Massa sehingga dirinya bisa naik podium teratas, dengan catatan Hamilton menyudahi balapan di peringkat keenam.

Namun peluang terbesar tetap dimiliki rookie Inggris itu. Ia hanya butuh finis di podium kedua untuk menyandang gelar juara 2007.

Rival terdekat Hamilton yang juga rekan setimnya, Fernando Alonso, terancam tak bisa membuyarkan peluang rival interennya di skuad Mclaren itu. Sang juara bertahan hanya menduduki urutan keempat.

Hasil Kualifikasi :
1. Massa (Ferrari) 1:11,931 detik
2. Hamilton (McLaren) 1:12,082
3. Raikkonen (Ferrari) 1:12,322
4. Alonso (McLaren) 1:12,356
5. Webber (Red Bull Racing) 1:12,928
6. Heidfeld (BMW Sauber) 1:13,081
7. Kubica (BMW Sauber) 1:13,129
8. Trulli (Toyota) 1:13,195
9. Coulthard (Red Bull Racing) 1:13,372
10. Rosberg (Williams) 1:13,477
11. Barrichello (Honda)
12. Fisichella (Renault)
13. Vettel (Scuderia Toro Rosso)
14. Liuzzi (Scuderia Toro Rosso)
15. Ralf (Toyota)
16. Button (Honda)
17. Kovalainen (Renault)
18. Sato (Super Aguri)
19. Nakajima (Williams)
20. Davidson (Super Aguri)
21. Sutil (Spyker)
22. Yamamoto (Spyker)

Jalannya Balapan

07-brasil-03.jpgFelipe Massa melakukan start dengan mulus. Ia juga amat kooperatif buat rekannya Kimi Raikkonen karena langsung bergerak ke tengah untuk menghalangi jalan Lewis Hamilton. Dengan begitu Raikkonen bisa menyodok ke urutan kedua. Sampai di situ Hamilton jelas “dikerjai” Ferrari.

“Musuh” lain Hamilton adalah Fernando Alonso, yang memang sangat bernafsu untuk mengalahkan rookie partnernya itu. Di tikungan ketiga ia memanfaatkan kesempatan dengan mendahului Hamilton dari sudut sempit, dan mereka sempat bertarung wheel to wheel, namun Alonso menang.

Hamilton seperti dipecundangi dua kali dan dengan agresif mencoba menyusul balik Alonso. Ia sampai ber-zig-zag di belakang Alonso, tapi malah melebar keluar trek! Saat kembali ia turun ke urutan ketujuh di belakang Massa, Raikkonen, Alonso, Webber, Kubica dan Heidfeld. Setelah kejadian ini gw yakin impian Hamilton untuk menjadi juara dunia musnah sudah dalam waktu beberapa detik saja. Akibat terlalu bernafsu dan kurang sabar, padahal kalo ia mau mengalah dengan Alonso di posisi ke empat, ia tetap jadi WDC walaupun Kimi finish pertama.

Di luar itu, terjadi insiden tak lama setelah start. Heikki Kovalainen keluar trek gara-gara bersenggolan dengan mobil Toyota. Tapi saat masuk lagi ia malah ditabrak Sakon Yamamoto dari belakang.

Hamilton masih berjuang dan di lap kesembilan berhasil mengalahkan Heidfeld untuk merebut posisi keenam. Namun satu lap berikutnya tiba-tiba mobilnya melambat secara drastis! Sepertinya ada masalah dengan mesin Mclaren-nya. Beruntung, dengan terseok-seok ia masih bisa bertahan, walaupun langsung terlempar ke urutan 18! Skenario juara pun beralih pada persaingan Raikkonen dan Alonso.

Kesialan pemuda Inggris itu terjadi lagi di lap 13. Ia kembali melambat. Entah apa yang terjadi dengan jet daratnya, tapi yang jelas ia harus bersiap merelakan semua keajaibannya sejak awal musim karena kesempatan besar menjadi juara di seri terakhir terancam hangus.

07-brasil-05.jpg

Sementara itu Massa melakoni pitstop pertamanya di lap 20. Raikkonen pun memimpin, disusul Alonso. Massa keluar pitlane di posisi ketiga. Hamilton? perlahan tapi pasti ia terus bergerak karena ia tahu peluangnya belum tertutup sama sekali.

Di lap 22 Raikkonen masuk pitstop, dan disusul lagi oleh Massa, sedangkan Alonso bertahan. Tapi pembalap Spanyol itu menambah bahan bakarnya pula di lap berikutnya dan menghabiskan 8,7 detik. Hamilton mengekor masuk pitstop selama 5,8 detik.

Insiden lain terjadi di lap 24 ketika Adrian Sutil tanpa “permisi” menabrak Anthony Davidson. Lalu, di lap 32, Kazuki Nakajima melakukan kecerobohan fatal dengan menabrak seorang kru timnya, Williams, saat pitstop, yang membuat sang teknisi mengalami cidera dan terpincang-pincang.

Di lap 33 Alonso disusul Kubica sehingga poinnya terancam berkurang. Sementara Hamilton sudah masuk posisi 10 besar. Tiga lap kemudian Hamilon masuk pitstop lagi selama 6,5 detik. Heikki Kovalainen spin dan menghajar pagar. Selesai kiprah pembalap Finlandia itu di musim ini. Dengan performa Renault yang buruk, bagaimanapun sang rookie tergolong lumayan dalam debutnya di ajang Formula 1.

Kembali ke Hamilton, ia rupanya berhasil selamat dari ancaman out. Di lap 46 ia malah sudah berada di urutan kedelapan. Adapun Alonso tertinggal 35 detik dari Raikkonen. Sampai di situ masih cukup sulit untuk menentukan siapa yang akan juara karena kans ketiganya masih berkejaran.

Di lap 50 Massa melakoni pitstop keduanya, Raikkonen mengikuti di tiga lap berikutnya. Kali itu saat keluar pitlane ia untuk pertama kalinya secara bersih berada di depan Massa dan memimpin lomba. Titel juara pun makin di ambang pintu.

Sementara itu Hamilton malah melakukan tiga kali pitstop. Tentu saja ia kehilangan waktu lagi untuk merapat ke depan. Padahal jika Raikkonen menang tapi ia finis di urutan kelima, dia yang tetap keluar sebagai juara berkat keunggulan poin.07-brasil-08.jpg

Hamilton memang sempat mencatat fastest lap, tapi semua itu tampaknya terlambat. Di depan, Raikkonen terlalu jauh pula untuk dikejar Alonso. Dengan mulus ia menerima kibaran bendera kemenangan, tapi sempat menunggu hasil akhir Hamilton. Baru setelah Hamilton dipastikan finis di tempat ketujuh, ia mengangkat tangan.

Di sini julukan Ice Man benar-benar tepat disematkan pada Raikkonen. Tidak tampak ekspresi meluap-luap saat ia melakukan victory lap. Ia hanya mengepalkan satu tangan dan mengangkatnya beberapa kali. Juga tiada lonjakan atau tawa selebar-lebarnya di atas podium. Namun ia memeluk Massa dengan hangat karena Massa sungguh rekan tim yang hebat.

Selamat, Kimi!

Hasil GP Brasil :
1. Raikkonen (Ferrari) 1h28:15,270
2. Massa (Ferrari) + 1,493
3. Alonso (McLaren) + 57,019
4. Rosberg (Williams) + 1:02,848
5. Kubica (BMW Sauber) + 1:10,957
6. Heidfeld (BMW Sauber) + 1:11,317
7. Hamilton (McLaren) + 1 lap
8. Trulli (Toyota) + 1 lap
9. Coulthard (Red Bull Racing) + 1 lap
10. Nakajima (Williams) + 1 lap
11. Ralf (Toyota) + 1 lap
12. Sato (Super Aguri) + 2 lap
13. Liuzzi (Scuderia Toro Rosso) + 2 lap
14. Davidson (Super Aguri) + 3 lap
Fastest lap : Raikkonen, 1:12,445
Not classified/retirements :
Sutil (Spyker) lap 43
Barrichello (Honda) lap 40
Kovalainen (Renault) lap 35
Vettel (Scuderia Toro Rosso) lap 34
Button (Honda) lap 20
Webber (Red Bull Racing) lap 14
Yamamoto (Spyker) lap 2
Fisichella (Renault) lap 2

Preview Grandprix Brasil

APA KATA PEMBALAP

Menyiksa leher

… karena arahnya kebalikan jarum jam. Tapi Nico menganggapnya tantangan

nico-rosberg.jpgAura pesta begitu kental di Grand Prix Brasil -dan tak ada yang lebih baik untuk menyelenggarakan farewell party selain Sao Paulo. Mereka memiliki banyak tempat hebat untuk makan dan pesta.

Saya mengunjungi Sao Paulo pertama kali tahun lalu. Awalnya saya bingung mau kemana karena kota itu begitu besar, tapi ada yang menunjukkan saya tempat nongkrong terbaik. Dan saya sangat menikmati makan di churrascarias (restoran berbecue a la Brasil).

Interlagos merupakan satu dari dua trek yang arahnya kebalikan jarum jam dalam kalender musim ini jadi menuntut kekuatan fisik. Terutama di leher karena pembalap terbiasa dengan tikungan kanan.

Treknya sendiri menantang meski sulit mencari setingan tepat karena permukaan yang bergelombang. Kuncinya adalah Turn 1 dan 2 yang menurun. Anda mudah kehilangan waktu di sini. Jika hujan -dan biasanya begitu saat GP Brasil- Anda harus waspada terhadap genangan air.

Kunci lainnya adalah tikungan terakhir. Anda harus exit dengan baik karena bisa mempengaruhi kecepatan Anda di trek lurus start/finish yang menanjak. Jika mobil di depan melakukan kesalahan, Anda bisa menyalipnya menuju Turn 1.

Balapan saya tahun lalu hanya bertahan kurang dari satu lap. Jadi saya akan berjuang memperbaikinya musim ini. Hasil yang baik bisa meningkatkan semangat kru Williams menghadapi musim dingin ini.

circuit_interlagos.jpgInterlagos

Lap record 1m11,473s (2004) Juan Pablo Montoya (McLaren)
No of laps 71
Circuit length 2,677 miles
Race distance 190,067 miles
2006 winner Felipe Massa (Ferrari)

.: Sumber : F1Racing

Halaman Berikutnya »


 

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pitpass

Bos sirkuit Melbourne tetap menolak meski Bernie Ecclestone menuntut GP Aussie diselenggarakan malam hari musim depan. Penyelenggara hanya bersedia memundurkan jam start, tapi tak lebih dari jam 17.00 waktu setempat.

Lewis Hamilton belum berencana bergabung dengan GPDA alias asosiasi pembalap F1 karena terlalu sibuk. Rekan setimnya di McLaren, Pedro de la Rosa, adalah ketua GPDA yang baru.

Ferrari memperkuat ikatan mereka dengan Abu Dhabi. Perusahaan milik pemerintah, Mubadala, memperpanjang kontrak mereka sampai 2010, sedangkan Etihad Airways setuju dengan kesepakatan berdurasi tiga tahun.

ITV telah memegang hak siar langsung selama sesi practice Jumat, kualifikasi dan balapan pada website mereka, itv-f1.com. Sayangnya, jasa online tersebut hanya tersedia di Inggris.

Mercedez Benz telah mengeluarkan mobil safety car dan medical car F1 yang baru. Mobil safety car (yang basisnya dari SL63) dan medical car (C63 Estate) dikembangkan oleh AMG, tim turing Mercy.

Mantan bos Minardi, Paul Stoddart, mengaku tergoda untuk kembali ke F1. Pengusaha asal Australia ini yang sudah mundur dari balapan Indycar, kabarnya mengajukan penawaran kepada Super Aguri.

Williams mengaku mereka hampir mengontrak Lewis Hamilton tahun 2004 ketika ia terpisah dari McLaren selama di Formula 3. Kedua pihak telah bertemu tapi gagal mencapai kesepakatan.

Jurnalis sekaligus mantan pembalap Paul Frere menghembuskan nafas terakhir di usia ke-91. Frere sempat turun di 11 grand prix, termasuk satu stint di Ferrari. Hasil terbaiknya adalah finis kedua di GP Belgia '56.

Perusahaan asuransi Spanyol Mutua Madrilena memperbarui kerjasama dengan Renault. Mereka sempat mensponsori tim ini tahun 2005 dan 2006, tapi hengkang saat Fernando Alonso pindah ke McLaren musim lalu.

Perusahaan Italia, Caracalla Bagaglio, mengeluarkan tas eksklusif dengan tema motorsport klasik. Mereka juga menawarkan edisi spesial Jim Clark dan Phil Hill untuk menghormati dua juara dunia tersebut.

Red Bull menjalin kerjasama teknik dengan Platform Computing mengenai pemakaian software Computational Fluid Dynamics (CFD) milik Platform untuk meningkatkan kinerja simulasi engineering tim F1 tersebut.

Altran Engineering Academy memberikan kesempatan magang selama enam bulan kepada mahasiswa terbaiknya di departemen riset Renault. Program bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa teknik berkarier di motorsport.

Final F1 in Schools Challenge tahun ini berlangsung di GP Malaysia. Sebanyak 25 tim yang terdiri dari para siswa berlomba membuat dan melombakan mobil F1 miniatur dari kayu.

Karena prestasinya, Sebastian Buemi terpilih menjadi ambassador jam tangan TAG Heuer. Saat ini ia punya peran baru sebagai test driver Red Bull.

Pembalap Toro Rosso Sebastien Vettel bertukar tim pada uji coba terakhir musim dingin menggantikan David Coulthard yang menderita nyeri pada leher. Vettel menggeber RB4 selama satu hari, sementara DC istirahat.

Chairman Honda Racing Yasuhiro Wada dimutasikan dari jabatannya di F1 ke posisi PR di kantor pusat Honda di Jepang. Penggantinya adalah GM Honda Jepang urusan balap, Keita Muramatsu.

Sumber : F1Racing

a

Komentar Terakhir

kurtubi di Preview Grandprix Brasil

Tulisan Teratas

  • Tidak ada

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Grand Prix Monza 2007

07-monza-10

07-monza-09

07-monza-08

07-monza-07

07-monza-06

More Photos

Blog Stats

  • 2,896 hits

Big Board

On The Lap

hit counter