Pengalaman baru bagi semua orang kecuali Schumi
SETELAH TUJUH TAHUN, akhirnya Formula 1 kembali absen dari traksi kontrol di Barcelona pada November lalu. Dan di sanalah Michael Schumacher menyetujui ECU standar baru setelah pada sesi tes pertama pada musim dingin.
“Pengemudian mobil kini menjadi lebih menarik,” ujar juara dunia tujuh kali itu setelah ia mencoba F2007 Ferrari selama dua hari. “Anda perlu beradaptasi dulu. Saya pikir penonton akan lebih menyukainya.”
Sesi tes tiga hari itu menjadi awal era F1 tanpa traksi kontrol sejak tahun 2000. Sebagai gantinya, pembalap memegang kendali penuh atas besarnya throttle mengingat tak ada lagi ada perangkat elektronik yang mengatur pembakaran tunggangan 780 bhp tersebut.
Schumacher melahap beberapa lap dan ia masih terlihat menakjubkan. Meski sempat keluar trek di hari kedua, feeling-nya terhadap grip membuatnya seperti belum pernah alpa dari F1.
“Saya sendiri heran betapa cepatnya saya kembali beradaptasi,” aku Michael. “Sungguh menyenangkan mengendarai mobil tana traksi kontrol, tapi rasanya lebih buruk ketimbang versi sebelumnya. Dulu mobil lebih bertenaga dengan 10 silinder sehingga Anda bisa memainkan gigi. Tapi sekarang tidak lagi.”
Felipe Massa -yang mengikuti tes di hari kedua dan ketiga- keteteran dengan perangkat elektronik terbaru. Pembalap Ferrari ini belum pernah mencoba mobil tanpa traksi kontrol sebelumnya. Ia melintir di Turn 8 pada flying lap pertamanya akibat menekan pedal throttle terlalu awal di exit.
Catan waktu lap Felipe memang membaik, tapi ia tetap terlihat kesulitan sepanjang tes. Seorang nara sumber dari Ferrari mengatakan pada F1 Racing bahwa tim Scuderia khawatir kondisi ini akan mempengaruhi tingkat keausan ban belakang tahun depan. Terutama di trek yang menggunakan kompon Bridgestone lembut.
Massa sendiri merasa F1 lebih berbahaya tanpa traksi kontrol.
“Throttle biasanya seperti tombol, tapi kini Anda harus memperlakukannya jauh lebih lembut,” ucapnya. “Dari sisi safety, pembatasan penggunaan perangkat elektronik merupakan langkah mundur: akan lebih banyak kecelakaan di balapan basah.”
Meski tanpa TC, kami memprediksi lap time 2008 akan lebih kencang ketimbang 2007. Massa mencatat fastest lap di Barca 1m21,044d -1,6d lebih kencang ketimbang fastest lapnya sendiri di GP Spanyol bulan Mei lalu.
Bridgestone menyediakan kompon medium dan keras pada tes Barcelona. Mereka melihat tingkat keausan hanya beda sedikit dari ban yang digunakan di Grand Prix Spanyol 2007.
Pembalap yang baru pindah dari GP2 -mobilnya menggunakan tunggangan F1 versi 600bhp tanpa TC- akan lebih mudah beradaptasi. Heikki Kovalainen, Nico Rosberg dan pembalap baru Williams, Kazuki Nakajima, terbukti kencang.
Tapi Schumacher-lah yang mencetak waktu tercepat pada dua hari pertama tes. Ia mengaku awalnya merasa sedikit gugup, seperti saat rookie dulu.
Bisakah dia kembali lagi ke F1?
.: Sumber : F1 Racing














0 Tanggapan ke “Rumitnya Tanpa Traksi Kontrol”