APA KATA PEMBALAP
Panas, lembab, dan melelahkan. Inilah GP terberat.
Temperatur kokpit mencapai 60 derajat. Setelah sejam, Anda mulai berhalusinasi
Saya akan langsung terbang ke Kuala Lumpur begitu kelar Grand Prix Australia. Saya ingin menghabiskan banyak waktu untuk beradaptasi dengan suhu tinggi. Malaysia memiliki tingkat kelembaban tertinggi dalam kalender F1 selain Singapura, dan itulah yang membuatnya menjadi balapan paling menantang tahun ini.
Sirkuit ini menuntut daya tahan tubuh karena treknya cukup bumpy dan temperatur kokpit mencapai 60 derajat celcius. Setelah sejam dengan keringat masuk ke mata, Anda mulai berhalusinasi.
Saya punya berbagai metode untuk mempersiapkan balapan ini: saya latihan outdoor begitu tiba di Malaysia; dan saya juga mandi sauna selama satu jam -untuk beradaptasi dengan suhu tinggi. Tapi berhubung jarak antara GP Australia dan Malaysia hanya seminggu, saya tak punya cukup waktu untuk menyesuaikan diri. Prediksi saya, balapan ini akan lebih sulit ketimbang tahun lalu.
Sepang bukanlah trek favorit saya, mungkin karena pengaruh dari performa buruk mobil tahun lalu. Aerodinamika trek dan tunggangan tidak efisien sehingga terasa sangat sulit di tikungan panjang. Tanpa mobil yang stabil, Anda harus berjuang menaklukkan tunggangan di setiap tikungan.
Sayangnya saya tak sempat meluangkan waktu menikmati Malaysia tahun lalu karena saya lebih sering tinggal di hotel airport atau trek. Saya harap bisa tinggal beberapa hari lebih lama setelah balapan untuk melihat Kuala Lumpur. Saya suka Asia karena punya aura berbeda dari Eropa.
Sirkuit Sepang
Track length 5.543km
Number of laps 56
Total track length 310.408km
Number of turns 15
Downforce setup medium














0 Tanggapan ke “Preview Grand Prix Malaysia”