Archive Page 2

Kualifikasi GP Australia

Hamilton Start Terdepan

2008-aus-f1_photophp.jpgLewis Hamilton dari McLaren meraih posisi terdepan dalam sesi kualifikasi GP Australia. Sementara itu Kimi Raikkonen sang juara bertahan dari Ferrari malah tak bisa meraih posisi start bagus dan akan mengawali balapan dari posisi 16 akibat terkendala mesin.

Di Sirkuit Albert Park, Sabtu (15/3/2008), Lewis Hamilton memastikan diri meraih pole position di GP Australia usai mencatat waktu satu menit 26,714. Keberhasilan itu juga dilengkapi dengan raihan Heikki Kovalainen dari McLaren yang akan start dari posisi tiga setelah membukukan waktu satu menit 27,079.

BMW juga mampu meraih hasil cukup bagus dengan menempatkan dua pembalapnya di posisi start kedua dan kelima. Robert Kubica mencatat waktu satu menit 26,869 untuk mengawali balapan di grid depan, sementara Nick Heidfeld ada di tempat kelima dengan satu menit 27,236.

Dari selang-seling McLaren dan BMW, terselip pembalap Ferrari Felipe Massa yang akan start dari posisi empat dengan catatan waktu satu menit 27,178. Ini sedikit melegakan Ferrari karena Kimi Raikkonen akan start dari posisi 16 setelah terkendala di sesi kualifikasi pertama.

Sementara juara dunia dua kali Fernando Alonso terganjal di sesi kedua dan harus mengawali balapan dari posisi 12. Hasil itu cukup baik mengingat satu pembalap Renault lainnya, Nelsinho Piquet Jr, akan start di posisi kedua dari belakang.

Jalannya Kualifikasi

Drama sudah terjadi pada Q1 saat waktu tersisa 1 menit 47 detik lagi, Kimi Raikkonen tiba-tiba melambat dan dia pun mengarah masuk pitlane. Naman lama kelamaan F2008-nya malah berhenti sama sekali sehingga mekanik harus menjamput dan mendorong mobilnya.

Meski diakui kecepatannya, pertanyaan seputar reliabilitas kendaraan anyar “Tim Kuda Jingkrak” tersebut langsung mengemuka akibat insiden ini. Akibat mobilnya harus didorong masuk ke pit, Kimi juga tak diperkenankan mengikuti sesi kualifikasi selanjutnya.

Sementara itu rekan satu tim Fernando Alonso di Renault, Nelsinho Piquet belum mampu memperlihatkan laju yang mengesankan dalam debutnya dan sudah tereliminasi di Q1.

Di sesi kedua kualifikasi, kejutan kembali terjadi saat Alonso tak bisa mencatatkan cukup waktu untuk lolos ke sesi terakhir kualifikasi. Kabar buruk buat Renault.

Pada sesi penentu kualifikasi, Robert Kubica sempat mencatat waktu tercepat. Namun Hamilton akhirnya mampu melebihinya di menit-menit akhir sekaligus memastikan diri start di posisi terdepan dalam balapan.

Hasil Kualifikasi GP Australia :
1. Lewis Hamilton / McLaren / 1:26,714
2. Robert Kubica / BMW / 1:26,869
3. Heikki Kovalainen / McLaren / 1:27,079
4. Felipe Massa / Ferrari / 1:27,178
5. Nick Heidfeld / BMW / 1:27,236
6. Jarno Trulli / Toyota / 1:28,527
7. Nico Rosberg / Williams / 1:28,687
8. David Coulthard / Red Bull / 1:29,041
9. Timo Glock / Toyota / 1:29,593 > terkena pinalti, turun lima urutan ke 14
10. Sebastian Vettel / Toro Rosso
11. Rubens Barrichello / Honda
12. Fernando Alonso / Renault
13. Jenson Button / Honda
14. Kazuki Nakajima / Williams
15. Mark Webber / Red Bull
16. Kimi Raikkonen / Ferrari
17. Giancarlo Fisichella / Force India
18. Sebastien Bourdais / Toro Rosso
19. Adrian Sutil / Force India
20. Takuma Sato / Super Aguri
21. Nelsinho Piquet Jr. / Renault
22. Anthony Davidson / Super Aguri

.: Sumber : detiksport.com

Preview Grand Prix Australia

Biasanya Preview balapan di isi oleh pandangan dari pembalap F1, berhubung majalah F1 Racing langganan belum diterbit sampai tulisan ini dibuat, maka jadilah Preview balapan kali ini gw yang komentar, gak apa-apa kan.

Well, Sirkuit Albert Park di Melbourne Australia sudah dua kali menjadi sirkuit pembuka F1, yakni pada tahun 2007 dan 2008. Sirkuit ini termasuk sirkuit cepat dimana banyak terdapat tikungan-tikungan yang menantang (menurut gw) antara lain di Turn 3, Turn 11-12, dan Turn 14. Sirkuit sepanjang 5,303 km ini tercatat sudah 12 kali dipakai dalam balapan F1 dimulai dari tahun 1996.

Bagian sirkuit yang menarik menurut gw terletak antara Turn 10 sampai Turn 12, karena ada tikungan panjang yang menuntut kestabilan mengendalikan kemudi disusul kemudian kombinasi tikungan cepat ke kanan dan kiri, tapi sayang gw selalu kehilangan moment disini. Selama gw balapan disini (tentu saja pakai simulator F1 Challenge-nya EA Sport) dengan level 90/40 gw seringnya sih menang, he..he..

Secara umum sirkuit ini menyenangkan, cuma pertanyaannnya akankah sirkuit ini tetap dipakai pada balapan-balapan tahun depan ? , mengingat tuntunan dari Om Bernie (Bos F1) yang meminta balapan di Australia diselenggarakan pada malam hari, secara pemirsa di Eropa ‘malas’ bergadang untuk nonton F1 secara Live bila diselenggarakan siang hari waktu Australia. Kita lihat saja apakah pemilik sirkuit mampu memenuhi tuntutan Om Bernie.

albert-park

Sirkuit Albert Park, Australia

Track Length = 5,303 km

Number of Laps = 58

Total Track Length = 307,574 km

Number of Turns = 16

Downforce Setup = Medium

Selamat Datang Musim 2008

f1_photophp.jpgSetelah beberapa bulan absen, kini raungan mesin F1 kembali lagi ke layar kaca kita. Ya, musim 2008 telah dimulai, The Ultimate of Motorsport itu kembali menyapa kita dengan persaingan yang lebih seru, mobil yang lebih sulit dan menuntut skill pembalap, regulasi baru mobil dan pembalap baru dan mungkin saja Juara Dunia baru.

Beruntunglah pemirsa F1 di Indonesia karena masih bisa menyaksikan tontonan F1 secara gratis, walaupun sering terpotong iklan. Gak kebayang kalau beberapa tahun kedepan tayangan F1 bernasib seperti Liga Premier Inggris.

Balapan pertama akan dimulai di Sirkuit Albert Park, Melbourne Australia tanggal 16 Maret 2008. Seminggu kemudian Grand Prix akan berlangsung di Negeri Jiran, Malaysia. Kemudian di Bahrain, Spanyol, Turki dan seterusnya. Yang paling layak di tunggu adalah GP Singapura bulan September nanti, dimana untuk pertama kalinya balapan F1 akan diadakan pada malam hari, di sirkuit jalan raya. Mudah-mudahan tabungan cukup, terus bisa nonton langsung disana. Amiin…

Daftar pembalap tahun ini tidak banyak mengalami perubahan, demikian juga dengan tim-tim yang berlaga. Tercatat ada 3 pembalap baru yaitu Nelson Piquet Jr (Renault), Timo Glock (Toyota) dan Sebastian Bourdais (Toro Rosso). Sementara Tim Spyker F1 berubah menjadi Force India setelah sebagian sahamnya di beli oleh Milyuner asal India Vijay Mallya dengan pembalap Adrian Sutil dan Giancarlo Fisichella.

Yang jelas tahun ini dengan tidak diperbolehkannya Traksi Kontrol mobil akan semakin sulit dikendalikan, pembalap dituntut untuk meningkatkan skill nya untuk bisa mengendalikan mobil. Balapan akan berlangsung lebih seru dengan adanya balapan malam yang beru pertama kali diselenggarakan di F1. Akankah Kimi Raikkonen bisa mempertahankan gelar WDC nya?, atau Lewis Hamilton sang Rookie number wahid yang akan merebutnya?, bagaimana nasib Alonso bersama tim Renault yang diatas kertas tidak sebanding dengan Ferrari atau McLaren?

Well, kita tunggu saja kejutan-kejutannya. Yang jelas, kita pasti akan sama-sama mengatakan “Selamat Datang Musim 2008…”

Jenson Bisa Tersenyum Lagi

Setelah setahun cuti, Ross Brawn kembali lagi ke F1 sebagai team principal… dan bukan dengan Ferrari

jenson_button.jpgSetelah selama hampir setahun mondar-mandir menelusuri sungai Nadder di Wiltshire, Ross Brawn berhasil dirayu oleh Honda Racing. Ia telah kembali lagi ke F1, di mana ia ikut menikmati tujuh gelar dunia konstruktor.

Berita bergabungnya Brawn bernilai penting karena keluar kurang dari 24 jam setelah Jenson Button mengumumkan kepada publik akan meninggalkan Honda kecuali jika tim melakukan peningkatan prestasi.

Pengangkatan ini bukan kebetulan karena satu jam setelah Honda mengumumkan pengangkatan Brawn, Ferrari mengeluarkan pengumuman struktur manajemen tim yang baru. CEO Jean Todt memegang posisi sementara sporting director, tapi setelah itu diserahkan kepada Stefano Domenicali pada 1 Januari 2008. Ferrari diramalkan akan mengeluarkan sejumlah pengumuman lagi sampai akhir 2007, tapi untuk saat ini nasib Todt (61) belum pasti.

Kehadiran Brawn mungkin takan langsung mendongkrak Honda meraih kemenangan, tapi pengaruh dari prestasinya bisa mempertajam posisi Jenson Button beserta tim di grid start.

Nick Fry tetap sebagai CEO dan kedua bos tersebut akan saling berbagi tugas sebagaimana yang ditulis F1 Racing ima bulan lalu. Brawn bertanggung jawab pada bidang desain, manufaktur dan engineering; sedangkan Fry pada bidang marketing dan komersial. Keduanya bertanggung jawab kepada Hiroshi Oshima, GM Honda corporate communications.

Brawn mengakui bahwa kedatangannya ke tim untuk bisa mempengaruhi desain sasis 2008 memang terlambat, tapi masih bisa membenahi sistematika operasional tim.

“Pengembangan tim-tim di grid kedua dan ketiga biasanya ketinggalan setahun daripada tim-tim yang berada di grid depan,” kata Brawn. “Kita harus mengejarnya. Saya harus memahami proses yang biasanya digunakan dalam mendesain dan mengembangkan mobil.”

“Dalam hal sumber daya, ketika pertama kali saya bergabung dengan Ferrari, Honda lebih bagus dibandingkan tim tersebut. Sepuluh tahun lalu Ferrari tak memiliki kantor desain.”

Kontrak Honda dengan Brawn adalah serangkaian dari perburuan sumber daya yang dilakukan pabrikan Jepang itu dan mereka akan terus belanja. Honda telah membajak Jorg Zander dari BMW-Sauber untuk diangkat sebagai deputy technical director mulai 1 Januari 2008. Dan akankah Honda membajak orang dari Renault yang sedang dirundung masalah?

.: Sumber : F1Racing

Rumitnya Tanpa Traksi Kontrol

Pengalaman baru bagi semua orang kecuali Schumi

07-monza-06.jpgSETELAH TUJUH TAHUN, akhirnya Formula 1 kembali absen dari traksi kontrol di Barcelona pada November lalu. Dan di sanalah Michael Schumacher menyetujui ECU standar baru setelah pada sesi tes pertama pada musim dingin.

“Pengemudian mobil kini menjadi lebih menarik,” ujar juara dunia tujuh kali itu setelah ia mencoba F2007 Ferrari selama dua hari. “Anda perlu beradaptasi dulu. Saya pikir penonton akan lebih menyukainya.”

Sesi tes tiga hari itu menjadi awal era F1 tanpa traksi kontrol sejak tahun 2000. Sebagai gantinya, pembalap memegang kendali penuh atas besarnya throttle mengingat tak ada lagi ada perangkat elektronik yang mengatur pembakaran tunggangan 780 bhp tersebut.

Schumacher melahap beberapa lap dan ia masih terlihat menakjubkan. Meski sempat keluar trek di hari kedua, feeling-nya terhadap grip membuatnya seperti belum pernah alpa dari F1.

“Saya sendiri heran betapa cepatnya saya kembali beradaptasi,” aku Michael. “Sungguh menyenangkan mengendarai mobil tana traksi kontrol, tapi rasanya lebih buruk ketimbang versi sebelumnya. Dulu mobil lebih bertenaga dengan 10 silinder sehingga Anda bisa memainkan gigi. Tapi sekarang tidak lagi.”

Felipe Massa -yang mengikuti tes di hari kedua dan ketiga- keteteran dengan perangkat elektronik terbaru. Pembalap Ferrari ini belum pernah mencoba mobil tanpa traksi kontrol sebelumnya. Ia melintir di Turn 8 pada flying lap pertamanya akibat menekan pedal throttle terlalu awal di exit.

Catan waktu lap Felipe memang membaik, tapi ia tetap terlihat kesulitan sepanjang tes. Seorang nara sumber dari Ferrari mengatakan pada F1 Racing bahwa tim Scuderia khawatir kondisi ini akan mempengaruhi tingkat keausan ban belakang tahun depan. Terutama di trek yang menggunakan kompon Bridgestone lembut.

Massa sendiri merasa F1 lebih berbahaya tanpa traksi kontrol.

Throttle biasanya seperti tombol, tapi kini Anda harus memperlakukannya jauh lebih lembut,” ucapnya. “Dari sisi safety, pembatasan penggunaan perangkat elektronik merupakan langkah mundur: akan lebih banyak kecelakaan di balapan basah.”

Meski tanpa TC, kami memprediksi lap time 2008 akan lebih kencang ketimbang 2007. Massa mencatat fastest lap di Barca 1m21,044d -1,6d lebih kencang ketimbang fastest lapnya sendiri di GP Spanyol bulan Mei lalu.

Bridgestone menyediakan kompon medium dan keras pada tes Barcelona. Mereka melihat tingkat keausan hanya beda sedikit dari ban yang digunakan di Grand Prix Spanyol 2007.

Pembalap yang baru pindah dari GP2 -mobilnya menggunakan tunggangan F1 versi 600bhp tanpa TC- akan lebih mudah beradaptasi. Heikki Kovalainen, Nico Rosberg dan pembalap baru Williams, Kazuki Nakajima, terbukti kencang.

Tapi Schumacher-lah yang mencetak waktu tercepat pada dua hari pertama tes. Ia mengaku awalnya merasa sedikit gugup, seperti saat rookie dulu.

Bisakah dia kembali lagi ke F1?

.: Sumber : F1 Racing

Regulasi Safety 2008

Tragedi besar Alex Wurz di awal musim ini menjadi sorotan tim dan FIA

07-crash-dc-wurz.jpgSaat David Coulthard menabrak Alex Wurz di Melbourne awal tahun ini, imbasnya lebih serius ketimbang hanya gagal finis saja.

Tindakan terlalu optimistis Coulthard saat menyalip jalur dalam Wurz di Turn 3 mengakibatkan roda kedua mobil bersentuhan. Walhasil Red Bull RB3 melayang di atas kokpit Williams dalam kecepatan 80km/j. Jarak antara mobil DC dengan tangan dan kepala Wurz hanya dalam hitungan milimeter. Jika lebih ke kiri sedikit, nyawa Wurz taruhannya.

“Kecelakaan tersebut mengingatkan kita betapa beresikonya menjadi seorang pembalap dalam situasi tertentu,” aku Coulthard.

Tak seorang pun di F1 yang perlu diingatkan pentingnya melindungi kepala dari tragedi seperti itu. Tak lama setelah kasus Wurz, Frank Williams – yang tak berada di GP Australia – menelepon presiden FIA Max Mosley untuk membicarakan kepeduliannya terhadap proteksi bagian samping.

“Max telah meminta Charlie Whiting [race director FIA] agar ikut terlibat dalam penelitian kecelakaan tersebut,” ujar Williams. “Saya harap membuahkan hasil.”

Dan harapan tersebut memang terwujud. Setelah diskusi antara Technical Working Group F1, Grand Prix Driver’s Association dengan FIA, sisi kokpit akan dimodifikasi untuk musim 2008.

♦ DIMENSI

Dinding pelindung samping kokpit 2008 akan lebih tinggi 50mm ketimbang tahun ini. Tujuannya untuk meningkatkan keamanan sampai 32 persen. Tapi peningkatan tersebut tak akan mengganggu sudut pandang pembalap karena tetap sedikit lebih rendah dari telinga pembalap.

Pelindung samping yang terbuat dari materi Confor ringan ini menyatu dengan monokok seperti sekarang. Bedanya di musim 2008, benda itu harus lulus tes beban sebesar 1020kg.

Proteksi samping kokpit bukanlah barang baru di F1. Piranti keamanan ini diperkenalkan tahun 1996. Saat itu letaknya harus 220mm di bawah bagian teratas kepala pembalap. Dengan kata lain 50mm di bawah garis yang menghubungkan antara sisi atas rollover bar dan bulkhead depan.

Awalnya banyak interpretasi berbeda atas regulasi tersebut. Ferrari memasang sisi kokpit 310 mereka secara berlebihan sehingga terlihat berat. Kemudian secara bertahap para tim memperbaikinya. Kini pelindung samping semakin halus.

“Untuk pembalap tinggi seperti Tonio Liuzzi,” kata direktur GPDA Mark Webber, “pelindung samping sekarang tak berpengaruh banyak. Begitu pula saya. Jadi regulasi baru ini merupakan langkah maju.”

♦ DAHULUKAN KESELAMATAN

Seorang technical director yang tak ingin disebut namanya percaya bahwa pelindung kokpit baru belum cukup aman. “Seharusnya tes bebannya lebih besar lagi” keluhnya. “Pasalnya 1020kg belumlah cukup. Kenapa tak 2040kg saja?”

Spek baru pelindung kokpit 2008 ini diharapkan cukup kuat melindungi kepala pembalap dari benda berat -bahkan mobil F1 berbobot 600kg yang melintas kencang. Dan bukannya mustahil tes beban akan meningkat di kemudian hari.

“Saya tak khawatir dengan penglihatan,” ujar Jenson Button, “karena tak menghalangi sudut pandang saya. Tapi pembalap yang lebih kecil mungkin merasa tak nyaman dengan perubahan itu Mereka akan merasa terkungkung.”

Hikmah yang bisa diambil dari tragedi Coulthard-Wurz di Melbourne tak hanya pelindung samping kokpit. Pembalap akan tetap rentan bahaya saat setirnya terkunci.

♦ PERFORMA MOBIL

Williams, McLaren dan Renault merupakan pelopor dalam menginterpretasikan regulasi proteksi kokpit baru. Mereka telah mencobanya di wind tunnel. Lalu tim lain mengikutinya. Hasilnya ternyata positif.

“Tak ada efek dalam tingkat downforce vertikal,” kata engineer director Honda, Jacky Eeckelaert. “Tapi kami mengkhawatirkan efek lateral udara dalam performa mobil. Dalam kondisi tiupan putaran angin seperti di Silverstone, sisi kokpit baru akan berpengaruh besar,”

Meski bobotnya kecil, tetap saja berpengaruh pada keseimbangan mobil. Para desainer terpaksa bekerja keras mencari solusi dengan merendahkan letak ballast.

.: Sumber : F1Racing

Indahnya Kebersamaan Ferrari

07-brasil-07Datang ke Interlagos, Kimi Raikkonen punya sederet syarat untuk menjadi juara dunia. Namun kebersamaan yang tercipta di Maranello dan harmonisnya hubungan dengan Felipe Massa bisa memberinya titel.

Ferrari menunjukkan betapa kerja sama antara pembalap bisa mendatangkan sesuatu yang sebelumnya tampak mustahil. Datang ke Interlagos dengan duduk di posisi tiga dan butuh beberapa kondisi untuk menjadi juara dunia, Kimi Raikkonen akhirnya sukses menuntaskan ambisinya.

Memang itu tak bisa dilepaskan dari nasib buruk yang menerpa Lewis Hamilton. Tapi kerjasama tim — utamanya bantuan Felipe Massa — punya peran yang bisa bahkan menjadi penentu sukses “Si Manusia Es”.

Di awal lomba saja Massa sudah banyak memberi bantuan pada Kimi. Meraih pole, pembalap tuan rumah itu langsung melesat ke tengah trek menutup jalur Hamilton dan pada waktu bersamaan memberi lintasan bersih pada Kimi.

Hal berbeda terjadi di McLaren. Alonso dan Hamilton justru saling sikut yang berujung melebarnya MP4-22 milik Hamilton ke gravel dan posisinya turun ke urutan tujuh.

Hingga setengah balapan terlewati Massa masih memimpin diikuti Kimi dan Alonso di urutan tiga. Berada di posisi terdepan dan tanpa beban apapun, Massa justru seperti dalam posisi tertekan. Beberapa kali dia salah perhitungan dan mobilnya zig-zag tanpa sebab yang pasti.

“Hilangnya konsentrasi” Massa itu berujung pada terpangkasnya jarak dengan Kimi. Pembalap Finlandia itu pun akhirnya bisa memimpin balapan usai menjalani pitstop-nya yang ketiga di lap 53.

Di F1 team order adalah barang haram yang harus dihindari jauh-jauh oleh seluruh tim. Ferrari memang identik dengan hal itu sewaktu Michael Schumacher menjadi raja di tim pimpinan Jean Todt itu, apalagi pembalap Jerman itu selalu jadi yang dinomorsatukan dan memaksa Eddie Irvine, Rubbens Barrichello dan Felipe Massa jadi “pelengkap”.

Ingat bagaimana Rubens Barrichello melambatkan laju mobilnya jelang finish di GP Austria tahun 2002 lalu demi memuluskan Schumi merengkuh gelar juara dunianya yang kelima? Di tahun yang sama di GP AS, gantian Schumi yang memberi jalan pada Barrichello dengan cara yang nyaris serupa.

Dinihari tadi memang tak ada insiden sekasat mata kejadian di Sirkuit A1-Ring lima tahun lalu. Kalaupun Ferrari melakukan team order, mereka telah melakukannya dengan sangat halus dan sempurna.

Sebuah kerjasama demi meraih kejayaan tim. Kejayaan Ferrari yang memastikan meraih gelar juara ganda setelah sebelumnya dipastikan merengkuh tropi juara konstruktor.

(din/ian)

Sumber : detiksport.com


Maret 2020
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Pitpass

Bos sirkuit Melbourne tetap menolak meski Bernie Ecclestone menuntut GP Aussie diselenggarakan malam hari musim depan. Penyelenggara hanya bersedia memundurkan jam start, tapi tak lebih dari jam 17.00 waktu setempat.

Lewis Hamilton belum berencana bergabung dengan GPDA alias asosiasi pembalap F1 karena terlalu sibuk. Rekan setimnya di McLaren, Pedro de la Rosa, adalah ketua GPDA yang baru.

Ferrari memperkuat ikatan mereka dengan Abu Dhabi. Perusahaan milik pemerintah, Mubadala, memperpanjang kontrak mereka sampai 2010, sedangkan Etihad Airways setuju dengan kesepakatan berdurasi tiga tahun.

ITV telah memegang hak siar langsung selama sesi practice Jumat, kualifikasi dan balapan pada website mereka, itv-f1.com. Sayangnya, jasa online tersebut hanya tersedia di Inggris.

Mercedez Benz telah mengeluarkan mobil safety car dan medical car F1 yang baru. Mobil safety car (yang basisnya dari SL63) dan medical car (C63 Estate) dikembangkan oleh AMG, tim turing Mercy.

Mantan bos Minardi, Paul Stoddart, mengaku tergoda untuk kembali ke F1. Pengusaha asal Australia ini yang sudah mundur dari balapan Indycar, kabarnya mengajukan penawaran kepada Super Aguri.

Williams mengaku mereka hampir mengontrak Lewis Hamilton tahun 2004 ketika ia terpisah dari McLaren selama di Formula 3. Kedua pihak telah bertemu tapi gagal mencapai kesepakatan.

Jurnalis sekaligus mantan pembalap Paul Frere menghembuskan nafas terakhir di usia ke-91. Frere sempat turun di 11 grand prix, termasuk satu stint di Ferrari. Hasil terbaiknya adalah finis kedua di GP Belgia '56.

Perusahaan asuransi Spanyol Mutua Madrilena memperbarui kerjasama dengan Renault. Mereka sempat mensponsori tim ini tahun 2005 dan 2006, tapi hengkang saat Fernando Alonso pindah ke McLaren musim lalu.

Perusahaan Italia, Caracalla Bagaglio, mengeluarkan tas eksklusif dengan tema motorsport klasik. Mereka juga menawarkan edisi spesial Jim Clark dan Phil Hill untuk menghormati dua juara dunia tersebut.

Red Bull menjalin kerjasama teknik dengan Platform Computing mengenai pemakaian software Computational Fluid Dynamics (CFD) milik Platform untuk meningkatkan kinerja simulasi engineering tim F1 tersebut.

Altran Engineering Academy memberikan kesempatan magang selama enam bulan kepada mahasiswa terbaiknya di departemen riset Renault. Program bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa teknik berkarier di motorsport.

Final F1 in Schools Challenge tahun ini berlangsung di GP Malaysia. Sebanyak 25 tim yang terdiri dari para siswa berlomba membuat dan melombakan mobil F1 miniatur dari kayu.

Karena prestasinya, Sebastian Buemi terpilih menjadi ambassador jam tangan TAG Heuer. Saat ini ia punya peran baru sebagai test driver Red Bull.

Pembalap Toro Rosso Sebastien Vettel bertukar tim pada uji coba terakhir musim dingin menggantikan David Coulthard yang menderita nyeri pada leher. Vettel menggeber RB4 selama satu hari, sementara DC istirahat.

Chairman Honda Racing Yasuhiro Wada dimutasikan dari jabatannya di F1 ke posisi PR di kantor pusat Honda di Jepang. Penggantinya adalah GM Honda Jepang urusan balap, Keita Muramatsu.

Sumber : F1Racing

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Grand Prix Monza 2007

Blog Stats

  • 6.176 hits

Big Board

On The Lap

hit counter